Langsung ke konten utama

Chapter Tiga

Penghuni kamar duapuluh dua adalah aktivis mahasiswa perguruan tinggi negri di yogyakarta. Impiannya adalah menjadi pejabat, entah itu bupati, gubernur, anggota dewan, sekjen partai, atau setidaknya menjadi ketua RW. Kegiatan sehari-harinya adalah berdiskusi, memberikan advokasi, dan kadang mendebat dosen di kelas.


Suatu kali ia pernah mengikuti demonstrasi yang berujung dengan aksi saling lempar antara demonstran dengan polisi. Dia merupakan salah satu diantara demonstran yang “diamankan oleh polisi” dan mendekan di penjara selama beberapa minggu sebelum akhirnya dilepaskan. Mungkin sudah sewajarnya apabila suatu demonstrasi harus berakhir dengan kerusuhan untuk memancing perhatian dari media massa, sehingga tuntutan-tuntutan dalam demo tersebut didengar oleh pihak-pihak lain. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter Dua

Dari kamar sebelas terdengar suara sayup-sayup musik dangdut koplo, yang hampir kudengar setiap hari dan lama kelamaan kuketahui lagu tersebut berjudul Ra Jodo . " maafkanku kali ini harus pergi, meninggalkan kamu yang aku sayangi, banyu moto iki mili nguras ati, kelingan tresnaku ora direstui" . lirik dalam lagu itu menunujukkan seseorang yang sedang merasakan kesedihan karena cintanya tidak direstui oleh orang tua pasangannya. namun, suasana yang terasa dalam pelantunannya tidak mencerminkan kesedihan sama sekali. sang penyanyi tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya sesekali. jadi kusimpulkan bahwa, sesedih apapun lagu yang dilantunkan dalam musik koplo, penyanyi, penonton, penabuh gendang, dan terutama peniup suling akan selalu bergembira.

Presentasi CHP 12

1. Realisme baru - penekanan tinggi pada SHRM dan hubungan karyawan Ini adalah topik yang paling sering dibahas dalam literatur, perubahan dalam praktik yang terjadi pada 1980-an menghasilkan apa yang banyak disebut hubungan karyawan baru. Fokus dalam konteks ini adalah pada pengembangan dan penerapan SHRM dalam konteks di mana serikat pekerja memiliki peran untuk dimainkan di tempat kerja dan dengan demikian diperlukan pendekatan kolektif.  Pendekatan yang umumnya digunakan dalam konteks ini adalah pembentukan perjanjian kemitraan antara pemberi kerja dan serikat pekerja. Jika hubungan kerja bersifat individual dan serikat pekerja tidak mewakili karyawan, hubungan antara SHRM dan hubungan karyawan akan dikembangkan melalui kontrak psikologis. Kedua pendekatan ini akan dibahas dalam bagian selanjutnya bab ini. Seperti halnya banyak bidang hubungan karyawan lainnya, terminologinya berubah. Seperti telah disebutkan sebelumnya, hubungan industrial secara tradisional meru...

Chapter Satu

Aku adalah penghuni kamar nomor duabelas. Seperti kebanyakan apartemen lain di pinggiraan kota ini, lebar kamarku tujuh meter dengan panjang sepuluh meter. Di dalamnya terdapattempat tidur beranjang, rak buku yang hampir penuh, dua lemari kecil dengan lebar 60cm, dan yang paling penting adalah charger smartphone yang selalu menancap di lubang stopkontak listrik.